TANJUNGPINANG (HAKA) – Polisi mencatat, sepanjang tahun 2025 ini, ada 44 kejadian bencana alam di wilayah Kota Tanjungpinang.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi menjelaskan, bencana itu meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Ada juga fasilitas umum yang rusak karena bencana alam,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Sekitar 2.300 jiwa terdampak bencana alam sepanjang tahun ini. Kepolisian berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menanggulanginya.
Ia menyebutkan, beberapa wilayah yang rawan bencana alam yaitu Senggarang, Kampung Bugis, dan kawasan Batu 9.
“Beberapa wilayah ini kerap mengalami banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor,” ungkapnya.
Hamam meminta masyarakat, untuk aktif dalam melaporkan kejadian bencana secara sigap dan akurat.
“Kita harus mengevakuasi dengan cepat, maka kami minta masyarakat segera melapor dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, agar masyarakat bisa mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun ini.
Demi keamanan dan keselamatan, polisi bersama instansi terkait telah memangkas sejumlah pohon besar di tepian jalan.
“Bencana alam bisa terjadi kapan dan dimana saja, kita harus siap mengantisipasinya,” tutupnya. (dim)





