27.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

Data DPRD Kepri, Daya Tampung SMA di Tanjungpinang Sebenarnya Cukup

TANJUNGPINANG (HAKA) – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ismiyati menyebut, polemik pelaksanaan SPMB tingkat menengah atas di Tanjungpinang, ikut memicu bias pilihan lembaga pendidikan.

​“Banyak pendaftar menumpuk di sekolah tertentu , seperti SMA 1, SMA 2, dan SMA 4,” kata Ismiyati.

​Ismiyati membeberkan, data tentang daya tampung ruang kelas di ibukota provinsi sebenarnya sangat mencukupi, untuk memfasilitasi seluruh lulusan tingkat SMP.

​”Ketimpangan preferensi wali murid menyebabkan salah satu sekolah kelebihan kuota hingga ratusan orang,” sebutnya.

​Pihaknya juga menyoroti kelemahan indikator kelulusan jalur prestasi, karena hanya menguji dua bidang studi materi kemampuan akademik dasar berupa TKA.

​”Sistem Dapodik sekarang sudah dikunci, kalau memaksakan masuk melebihi kuota 40 orang per kelas, nanti anak tidak akan punya nomor induk,” ujarnya.

​Komisi IV berkomitmen, merombak formulasi seleksi tahun depan dengan memasukkan akumulasi nilai rapor secara komprehensif.

“Guna memberikan keadilan bagi capaian prestasi siswa,” imbuhnya.

​Masyarakat juga perlu lebih proaktif melakukan pemutakhiran administrasi kependudukan model digital.

“Agar data identitas keluarga tidak tertolak sistem saat pendaftaran,” tukasnya. (sih)

Baca Juga:  Cegah Hama, Ratusan Kilogram Komoditas Impor Dimusnahkan
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru