TANJUNGPINANG (HAKA) — Provinsi Kepri memasuki tahap akhir, untuk menuju status bebas malaria.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Bisri menegaskan, daerah Provinsi Kepri telah bebas dari malaria sejak dua tahun terakhir.
“Seluruh kabupaten/kota sudah mencapai status bebas malaria, tinggal Kabupaten Bintan,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia menyebut, selama tiga tahun terakhir sudah tidak ada kasus baru dari malaria di Kabupaten Bintan.
“Kalau Bintan selesai, seluruh Kepri bebas malaria,” terangnya.
Menurutnya, pasien yang menderita malaria bisa dalam kondisi yang buruk, jika tidak segera mendapat pengobatan efektif.
“Karena bisa menyebabkan demam berat dan kambuh berkali-kali,” sebutnya.
Selain memantapkan eliminasi malaria, Dinkes Kepri juga menggencarkan skrining TBC.
Bisri mengimbau warga segera datang ke puskesmas, untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Petugas jadi bisa menemukan kasus lebih cepat dan segera memberi pengobatan,” lanjutnya.
Untuk menjangkau masyarakat yang enggan memeriksakan diri, pihaknya akan menurunkan mobil keliling tanggal 23 November 2025 nanti.
“Petugas akan mendatangi kelompok masyarakat, memotret ronsen dada, dan melakukan skrining TBC,” bebernya.
Bisri mengaku, pemeriksaan kesehatan gratis ini terus menarik ratusan warga setiap hari.
“Kita targetkan jumlah pesertanya perhari mencapai 200 hingga 300 orang secara bertahap,” tutupnya. (dim)





