TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri merilis tren penyakit tertinggi, berdasarkan hasil skrining dan pemeriksaan kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten/kota.
​Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti mengungkapkan, penyakit hipertensi dan diabetes saat ini menjadi kasus paling banyak di masyarakat Kepri.
​”Dari akumulasi seluruh daerah, Hipertensi mendominasi,” ujar Yosei, kemarin.
Menurutnya, ​pola hidup masyarakat sangat memengaruhi penyakit ini, sementara faktor genetik atau keturunan hanya menyumbang persentase kecil.
​Meski temuan penyakit tersebut cukup tinggi, Yosei meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan lanjutannya.
​”Untuk pembiayaan tidak ada masalah. Sekitar 98 persen masyarakat Kepri sudah ter-cover BPJS Kesehatan,” tegasnya.
​Segala tindakkan medis otomatis masuk jaminan BPJS Kesehatan. Apalagi, ​Pencapaian status Universal Health Coverage (UHC) yang hampir menyentuh angka 100 persen di Kepri.
“Kami terus mendorong masyarakat melakukan skrining kesehatan secara berkala,” ujarnya.
​Langkah ini bertujuan agar penyakit seperti hipertensi dan diabetes bisa terdeteksi serta mendapat penanganan sedini mungkin. (sih)





