BINTAN (HAKA) – Ketua Tim Pembina Posyandu Bintan, Hafizha Rahmadhani menyerahkan 287 paket stunting dan gizi buruk, bagi balita untuk 3 kecamatan.
“Yakni, untuk Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong,” ucap Hafizha, kemarin.
Selain itu, Hafizha juga menyerahkan paket bantuan peralatan Posyandu, guna menunjang operasional para kader dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.
Ia menjelaskan, bahwa bantuan tersebut anggaranya bersumber dari Dana Insentif Fiskal yang diterima Pemkab Bintan dari Kementerian Keuangan RI.
“Kita dapat dana itu karena pusat menilai Pemkab Bintan memiliki komitmen tinggi, dalam upaya percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Hafizha mengajak para orang tua, agar terus memperhatikan tumbuh kembang anak sesuai dengan indikator ideal perkembangan balita.
Menurutnya, penerapan konsep kolaborasi harus tetap berprinsip pada intervensi, antara kader Posyandu dan para orang tua yang terintegrasi.
“Prevalensi penurunan stunting maupun gizi buruk memang mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun, ini patut kita syukuri,” imbuhnya.
Namun Hafizha juga menekankan, bahwa
stunting dan gizi buruk menjadi tantangan nyata yang penanganannya harus terencana dan berkelanjutan.
“Peran kader Posyandu memang menjadi salah satu ujung tombak di tengah masyarakat,” tegasnya.
Adapun paket bantuan stunting dan gizi buruk yang didistribusikan ini meliputi susu formula, telur ayam, minyak goreng dan tambahan makanan ibu.
Sementara paket peralatan Posyandu terdiri dari timbangan bayi digital dan alat ukur tinggi, tensi meter serta timbangan berat badan. (rul)





