TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengajak Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengunjungi Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Selasa (16/6/2026).
​Ansar memanfaatkan momentum kunjungan ini, untuk memperkenalkan ikon warisan budaya Melayu Kepri kepada kalangan dunia usaha nasional.
​Rombongan mengawali rangkaian kunjungan dengan melaksanakan ibadah salat Zuhur bersama di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.
​Ansar bersama Anindya Bakrie kemudian berziarah ke sejumlah makam tokoh penting Kesultanan Riau-Lingga.
​Rombongan akhirnya menutup rangkaian perjalanan budaya tersebut di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat.
​Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengaku sangat terkesan, dengan kekayaan sejarah serta kebudayaan Pulau Penyengat.
​Menurutnya, kawasan pulau bersejarah tersebut merupakan salah satu warisan peradaban Melayu, yang mempunyai nilai penting bagi bangsa Indonesia.
​”Pulau Penyengat menyimpan sejarah luar biasa. Warisan budaya Melayu tetap terjaga menjadi identitas kuat masyarakat Kepri,” kata Anindya.
​Ia menilai, Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya, unggulan penarik wisatawan mancanegara.
​Anindya menegaskan, Kadin Indonesia siap mendukung penuh pengembangan ekonomi daerah berbasis sektor budaya dan pariwisata dengan melibatkan masyarakat tempatan.
​Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan, Pulau Penyengat merupakan ikon kebudayaan Melayu kebanggaan masyarakat Provinsi Kepri.
​”Kami ingin semakin banyak pihak mengenal dan mengapresiasi warisan berharga ini,” tuturnya.
​Ansar menambahkan Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen, melakukan langkah pelestarian dan penataan kawasan wisata sejarah tersebut.
​”Kami akan terus mengembangkan Pulau Penyengat agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pariwisata,” pungkasnya. (sih)






