TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menghadiri peringatan World Antimicrobial Awareness Week (WAAW) Tahun 2025, di Tanjungpinang, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan Balai POM Batam yang berskala nasional ini, menjadi kampanye global antimikroba terbesar yang terlaksana di Indonesia.
Dalam momentum ini, Gubernur Ansar Ahmad menandatangani komitmen pengendalian penggunaan antibiotik.
“Tindakan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Gubernur Ansar juga mengapresiasi BPOM atas kegiatan ini, sekaligus menyoroti posisi strategis Kepri, yang rentan terhadap produk dan obat-obatan impor ilegal.
“Tidak sedikit produk ilegal beredar tanpa izin edar,” sebutnya.
Ansar mengatakan, upaya pengendalian AMR harus menjadi gerakan bersama. Hal ini krusial demi melindungi masyarakat dan menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi BPOM RI, William Adi Teja menyebut, kegiatan ini fokus meningkatkan kesadaran publik terhadap Ancaman Resistensi Antimikroba (AMR).
“AMR merupakan musuh tak kasat mata bagi kesehatan global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa ada sekitar 1.300 peserta hadir dalam acara ini, baik secara luring maupun daring. Peserta ini berasal dari 20 provinsi berbeda.
Menurutnya, WAAW memberi peringatan, bahwa lebih dari 1,2 juta orang meninggal dunia karena AMR setiap tahun.
“Prediksinya angka ini melonjak, mencapai 10 juta kematian per tahun pada 2050,” tukasnya. (dim)





