TANJUNGPINANG (HAKA) – Dalam dua pekan terakhir, peristiwa miris melanda warga Tanjungpinang. Setidaknya, ada tiga warga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Pertama, seorang pelajar berinisial Kk di salah satu sekolah swasta Kota Tanjungpinang. Pria yang berumur 15 tahun itu, memilih gantung diri, di rumah orang tuanya, Perumahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kamis (31/7/2025) lalu.
Peristiwa itu, dibenarkan oleh Kapolresta Tanjungpinang KBP Hamam Wahyudi. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Namun, ada luka di bagian leher.
Hanya berselang tujuh hari. Seorang pemuda berusia 26 tahun juga ditemukan meninggal dunia, di tempat tinggalnya, Perumahan Mahkota Alam Raya, Blok Damar, Kamis (7/8/2025) pagi.
Ketua RT 05 Perumahan Mahkota Alam Raya, Samsul Bahri mengatakan, korban HF ditemukan pertama kali oleh rekannya. Kondisi almarhum saat itu dalam keadaan gantung diri.
“Kawannya yang memberitahu ke saya, bahwa korban gantung diri di bagian dapur,” tuturnya.
Lima hari kemudian, ada lagi yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dia adalah Yusuf Tampubolon (37), seorang warga Perumahan Bintan Permai, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Bintan Timur. Ia meninggalkan istri dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku Kelas V dan Kelas II SD.
“Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya saat pulang sekolah. Almarhum ditemukan gantung diri di bagian dapur rumahnya,” tutur Ketua RT 03 Perumahan Bintan Permai, Sukmawati.
Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Agung Tri Poerbowo mengungkapkan, pihaknya menduga korban bernama Yusuf Tampubolon (37) depresi atas penyakit stroke yang dideritanya selama ini.
Sehingga, yang bersangkutan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, dengan seutas tali sepatu warna hitam di bagian dapur rumahnya. (rul)





