TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah, mengatakan, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp470,601 miliar.
“Nilai itu naik 4,1 persen dari Semester I 2025,” sebutnya.
Menurut Adi, capaian tersebut telah memenuhi sekitar 70 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp675 miliar.
“Kami terus menyederhanakan perizinan, mendampingi pelaku usaha,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Adi menambahkan, DPMPTSP memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, dan perangkat daerah untuk mendorong realisasi investasi.
Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), melalui Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS-RBA) mencatat kenaikan investasi.
Menurut Adi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi investasi dengan nilai Rp457,482 miliar atau 97,21 persen.
Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang investasi Rp13,119 miliar atau 2,79 persen dari total realisasi.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatat investasi terbesar, yakni Rp152,4 miliar.
“Sektor jasa lainnya membukukan investasi Rp75,6 miliar. Perdagangan dan reparasi mencapai Rp11,3 miliar,” jelasnya.
Sektor konstruksi mencatat investasi Rp4,7 miliar. Sementara perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp2,6 miliar.
Adi mengatakan DPMPTSP menyusun dokumen Semi Investment Project Ready to Offer berdasarkan pemetaan potensi investasi daerah.
DPMPTSP memprioritaskan Pulau Basing sebagai kawasan investasi berbasis pariwisata, ekonomi maritim, dan jasa.
“Kami juga menyusun regulasi insentif untuk mempercepat realisasi investasi dan meningkatkan kepercayaan investor,” katanya. (fik)






