TANJUNGPINANG (HAKA) – Memasuki masa transformasi digital, Pemprov Kepri meningkatkan penggunaan QRIS.
Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, masyarakat dan pelaku usaha harus memanfaatkan QRIS untuk setiap transaksi.
“Untuk pelayanan QRIS sekarang sudah tersedia di berbagai tempat,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Menurutnya penggunaan QRIS bukan hanya sekadar tren, tapi sebagai kunci untuk meningkatkan Indeks Digitalisasi Daerah.
“Masyarakat umum dan pelaku usaha harus terbiasa menggunakan QRIS dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia mencatat, ada penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri dari 99,75 menjadi 98,8 tahun ini.
Ansar meminta seluruh OPD memanfaatkan kanal pembayaran digital seperti QRIS, Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), dan sistem transaksi elektronik lainnya.
“Digitalisasi tidak hanya mempercepat pelayanan publik, tapi juga mendorong reformasi birokrasi yang lebih efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi QRIS mencapai angka fantastis di Kepri.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan, ada peningkatan pada tahun 2025.
“Total transaksi yang kita catat periode Januari 2025 hingga Oktober 2025 mencapai Rp9,04 triliun,” bebernya.
Ia menilai, para pelaku UMKM kini lebih mudah bertransaksi dengan QRIS. Hal ini dapat mengubah cara mereka berbisnis.
“Dari belanja kebutuhan sehari-hari dan pembayaran layanan publik, QRIS mulai menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (dim)




