TANJUNGPINANG (HAKA) – Cuaca tak menentu di wilayah Provinsi Kepri, ikut meningkatkan risiko masyarakat terserang demam disertai batuk dan pilek. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Bisri.
Ia menyampaikan, bahwa dengan kondisi cuaca yang silih berganti antara panas terik dan hujan secara tiba-tiba, akan sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.
Menurutnya, perubahan suhu yang drastis seringkali menyebabkan sistem imun menjadi lemah, sehingga tubuh akan lebih mudah terserang penyakit.
“Dalam cuaca seperti ini, tubuh perlu beradaptasi secara cepat. Bila daya tahan tubuh tidak kuat, maka penyakit seperti demam dan flu mudah menyerang,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Selasa (26/8/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa kelompok yang paling rentan terhadap serangan penyakit musiman ini adalah anak-anak dan lansia. Kedua kelompok ini, kata Bisri, memiliki daya tahan tubuh yang relatif lebih lemah dibandingkan orang dewasa pada umumnya.
“Oleh karena itu, perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatan mereka sangat dibutuhkan,” sebutnya.
Ia meminta masyarakat menerapkan pola hidup yang sehat sebagai langkah pencegahan utama. Sekaligus mengingatkan masyarakat untuk bisa memastikan asupan makanan yang cukup bergizi, memperhatikan waktu istirahat yang cukup, serta menghindari aktivitas berlebihan, terutama di luar ruangan saat cuaca tidak bersahabat.
“Tidur yang cukup sangat penting, jangan sampai begadang terus-menerus, karena tubuh akan rentan terhadap penyakit. Pola makan juga harus seimbang agar tubuh tetap kuat melawan virus,” tukasnya. (dim)





