BINTAN (HAKA) – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bintan kembali mengganas pada Senin (23/3/2026).
Kepala UPTD Damkar Tanjungban, Panyodi mengatakan, api menghanguskan sedikitnya delapan hektar lahan di empat lokasi berbeda.
“Iya benar, regu piket menangani empat titik kejadian kebakaran lahan,” kata Panyodi kepada hariankepri.com.
Panyodi menjelaskan, kebakaran pertama melanda lahan gambut milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Seri Kuala Lobam.
Petugas baru bisa memadamkan api yang membakar semak belukar di Jalan Cendrawasih Raya Blok B itu setelah empat jam penanganan.
“Api membakar lahan milik Pemerintah Provinsi Kepri di sana seluas satu hektar,” jelasnya merinci kejadian tersebut.
Tak lama berselang, kebakaran hebat juga melanda Desa Lancang Kuning di wilayah Kecamatan Bintan Utara.
Panyodi menyebutkan, si jago merah melalap lahan seluas empat hektar di Jalan Raya Tanjunguban-Tanjungpinang.
“Kami belum mengetahui siapa pemilik lahan di Desa Lancang Kuning tersebut,” ungkap Panyodi.
Ia melanjutkan, tim pemadam juga harus bergegas memadamkan api yang muncul di Jalan Berdikari II, Tanjunguban Timur.
Seorang pengusaha toko emas memiliki lahan tersebut dan melaporkan kebakaran pada sore hari.
“Pak Mukhlis pemiliknya, luas kebakaran di sana mencapai sekitar seperempat hektar,” tuturnya lagi.
Belum sempat beristirahat, petugas kembali menerima laporan kebakaran susulan di Gang Mawar, Desa Lancang Kuning.
Di lokasi kedua desa ini, api meluas hingga menghanguskan lahan seluas tiga hektar hingga malam hari.
“Kami baru menyelesaikan penanganan di lokasi terakhir itu sekitar pukul sembilan malam lewat,” kata Panyodi.
Hingga kini, pihak Damkar belum bisa memastikan penyebab pasti dari rentetan peristiwa kebakaran lahan di awal pekan ini.
Panyodi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang cukup panas.
“Kami tidak mengetahui penyebab kejadian, kami minta warga waspada dan jangan membakar lahan,” tutupnya. (sih)





