Beranda Headline

Covid di Kepri Disebut Tinggi, Jubir Satgas Pusat Akui Salah Baca Data

0
Jubir Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat audiensi dengan Kadiskes Kepri, M Bisri terkait klarifikasi data konfirmasi Covid-19 di Kepri-f/istimewa-diskominfo kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers Selasa (4/1/2022), menyebut, bila DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (Kepri), menjadi penyumbang kenaikan kasus konfirmasi mingguan Covid-19 secara nasional di awal tahun 2022.

“Perlu menjadi perhatian bahwa ternyata pada satu minggu terakhir terdapat kenaikan kasus nasional dari 1.215 menjadi 1.409 kasus mingguan. Hal ini dikontribusikan oleh dua provinsi, Jakarta dan Kepulauan Riau,” katanya, sebagaimana ditayangkan di akun Youtube, BNPB.

Kepala Diskominfo Kepri, Hasan menyampaikan, dua hari setelah pernyataan Wiku tersebut, Gubernur Ansar Ahmad langsung mendelegasikan Kadiskes M Bisri, untuk melakukan klarifikasi ke Kemenkes, terkait pernyataan Jubir Satgas Penanganan Covid tersebut.

Dari hasil pertemuan itu, kata Hasan, Jubir Satgas Prof Wiku mengakui jika ada kekeliruan pada saat menyampaikan data saat konferensi pers.

Prof Wiku juga, berjanji akan mengklarifikasi data yang disampaikannya saat konferensi pers kemarin.

“Dalam konferensi pers kemarin itu, memang ada miss komunikasi. Waktu itu Prof Wiku tidak membaca catatan di bawahnya, bahwa penambahan kasus konfirmasi di Kepri itu yaitu data PMI,” jelasnya, Kamis (6/1/2022).

Lebih lanjut Hasan mengutarakan, saat audiensi itu, Prof Wiku yang juga merangkap sebagai Tim Pakar Covid-19 BNPB ini, telah mengakui, bahwa sekarang penularan Covid-19 pada masyarakat Kepri sudah sangat kecil, bahkan hampir tidak ada.

“Menurut beliau rendahnya penambahan kasus positif di masyarakat Kepri adalah karena capaian vaksinasi yang sdh sangat tinggi,” tuturnya.(kar)



example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here