TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan Kepri, akan menggelar pertemuan Perencanaan Kebutuhan Obat pada 10-13 Mei 2026 di Hotel Aston, Kota Tanjungpinang.
Pertemuan ini menghadirkan perwakilan tujuh Kabupaten/Kota se-Kepri, untuk menyusun kebutuhan obat tahun mendatang secara bersama-sama dalam satu forum.
Kepala UPTD Instalasi Farmasi, Indri Ayu Ningsih menyebut, agenda tahunan ini bertujuan memetakan kebutuhan obat masyarakat secara akurat.
“Setiap tahun kami memprediksi kebutuhan obat untuk tahun depan,” ujar Indri.
Peserta berasal dari pengelola program, Instalasi Farmasi, hingga perwakilan Puskesmas dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di Kepri.
Setiap peserta wajib membawa rekap data kebutuhan obat daerah masing-masing, sebagai bahan diskusi utama dalam pertemuan tersebut.
“Kami mengelompokkan peserta untuk merencanakan kebutuhan obat secara detail mulai dari tingkat Puskesmas hingga Provinsi,” jelasnya.
Selanjutnya, pihak Dinkes akan merekonsiliasi hasil pertemuan dengan Pemerintah Pusat, melalui Rencana Kebutuhan Obat Nasional secara daring.
“Kami menjadwalkan agenda pusat tersebut pada 13 sampai 17 Mei mendatang,” imbuhnya.
Penyediaan obat memerlukan perencanaan matang satu tahun sebelumnya, mencakup perhitungan bahan baku hingga proses distribusi ke titik layanan.
Alur ini melibatkan industri farmasi dan distributor, sebelum akhirnya obat sampai ke tangan petugas kesehatan di lapangan atau Puskesmas.
“Kami menghitung semua aspek mulai dari produksi hingga distribusi agar obat tersedia tepat waktu bagi masyarakat,” pungkasnya. (sih)





