29.5 C
Tanjung Pinang
Rabu, Juni 10, 2026
spot_img

Cegah Gagal Panen, DKP2KH Sosialisasikan Tanam Hidroponik

TANJUNGPINANG (HAKA) – Perubahan iklim memicu masuknya air laut ke lahan pertanian. Fenomena intrusi ini, menjadi tantangan serius bagi petani pesisir Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengakui fenomena ini berdampak signifikan. Salah satunya terjadi di daerah Teluk Radang, Kabupaten Karimun.

“Kadar salinitas air irigasi meningkat akibat air laut masuk. Petani tidak bisa menanami lahan pertanian secara maksimal,” ujarnya.

Rika menjelaskan, perbaikan pintu irigasi seringkali kurang efektif. Tekanan air pasang yang tinggi terus menembus akses masuk air laut ke lahan.

Sebagai solusi konkret, DKP2KH Kepri kini mengarahkan para petani pesisir, beralih menggunakan sistem hidroponik dalam bercocok tanam.

“Kami mulai membantu penerapan hidroponik di Bintan dan Anambas. Tanaman berada di atas, tidak bersentuhan langsung dengan tanah asin,” jelasnya.

Rika juga menyarankan petani memaksimalkan aktivitas pertanian konvensional pada lahan darat.

“Posisinya harus aman dari jangkauan air laut,” ucapnya.

Menurutnya, inovasi teknik menanam sangat perlu agar petani pulau tetap produktif. Tantangan lingkungan yang berat menuntut kreativitas para pengolah lahan.

“Kita harus beradaptasi. Lahan pesisir terpapar garam tidak boleh mematikan semangat petani menghasilkan komoditas pangan,” pungkas Rika. (sih)

Baca Juga:  Sannipata Waisak 2026, Wako Lis Ingatkan Jaga Kerukunan
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru