LINGGA (HAKA) – Tokoh pemuda asal Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, M Wahyu Dzikri menyoroti kendala serius terkait keterbatasan akses listrik di pelosok pulau.
Dzikri menilai, di tengah pesatnya kemajuan ekonomi saat ini, sejumlah desa di pelosok Kabupaten Lingga justru masih memiliki kualitas infrastruktur yang tertinggal jauh.
Ia menegaskan, bahwa permasalahan akses listrik di wilayah tersebut merupakan persoalan lama, yang terus berulang tanpa adanya solusi konkret bagi masyarakat.
“Permasalahan ini bukanlah masalah baru di Lingga, sudah menjadi langganan bahwa listrik di daerah ini sangat bermasalah,” tegasnya kepada hariankepri.com, Rabu (8/4/2026).
Warga yang bermukim di Pulau Mepar dan Pulau Lalang merasakan betul, kondisi tersebut karena hingga kini mereka masih mengalami keterbatasan akses energi.
Meskipun pihak PLN telah membangun infrastruktur berupa tiang listrik, Dzikri menilai, kualitas daya yang mengalir belum optimal melayani kebutuhan warga desa.
“Kualitasnya masih belum optimal seratus persen,” jelasnya.
Keterbatasan listrik ini juga menghambat aktivitas belajar anak sekolah, serta menyumbat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pelosok desa Lingga.
Dzikri mendesak Pemkab Lingga di bawah kepemimpinan Bupati M Nizar, memberikan perhatian serius untuk segera menuntaskan persoalan pelayanan listrik tersebut.
“Masyarakat membutuhkan listrik supaya anak-anak bisa belajar lebih nyaman, kualitas SDM meningkat, dan aktivitas ekonomi masyarakat tumbuh lebih baik,” harapnya.
Ia meminta agar Pemkab Lingga dan pihak PLN, memperkuat sinergi demi memberikan pelayanan listrik yang merata hingga ke seluruh pelosok.
“Semoga seluruh masyarakat di desa terpencil segera merasakan manfaat listrik secara maksimal,” tukasnya. (sih)





