TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memberi ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk fokus membenahi internal.
“Termasuk mengembangkan bisnis secara profesional,” ucap Asisten II Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira.
Ia mengatakan, fokus utama mereka yaitu memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat luas. Proses pengembangan BUMD sedang berjalan.
“Alhamdulillah, secara internal mereka sudah mampu bertahan dengan baik,” ujar Luki kepada hariankepri.com, Kamis (21/5/2026).
Mengenai kontribusi keuntungan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemprov Kepri memiliki strategi tersendiri. Pemerintah tidak ingin terburu-buru.
Pemerintah tidak menuntut setoran ke kas daerah sebelum perusahaan daerah tersebut benar-benar stabil.
“Kami memberikan kesempatan kepada BUMD mengembangkan lembaganya terlebih dahulu. Besarkan dan stabilkan bisnisnya dulu,” jelasnya.
Luki mengukur keberhasilan BUMD dari dua fungsi utama. Yakni fungsi profit dan fungsi pelayanan masyarakat.
Menurutnya, kedua hal ini harus berjalan beriringan. Namun, BUMD memerlukan skala prioritas yang tepat.
“Indikator suksesnya memang jika mampu memberi PAD. Tapi ingat, ada tanggung jawab memberikan layanan publik yang prima,” tambahnya.
Luki menyebut itu fungsi yang sangat penting. Ia berharap kapasitas BUMD di Kepri semakin mapan ke depannya.
BUMD memerlukan infrastruktur yang terbangun baik. Jika pelayanan sudah maksimal, target keuntungan perusahaan akan mengikuti secara alami.
“Ketika semuanya sudah mapan dan pelayanan sudah maksimal, barulah kita harapkan mereka mencapai kedua target itu bersamaan,” pungkasnya. (sih)





