27.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

BPPRD Tanjungpinang Sebut Kepatuhan Pajak Belum Optimal

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang, Said Alvie menegaskan, bahwa pemerintah tidak pernah menetapkan angka, mengenai persentase kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​”Karena hal tersebut harus berdasarkan hasil pemeriksaan, audit, maupun kajian,” kata Said.

​Ia menjelaskan, hal yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah, potensi kehilangan penerimaan akibat keterbatasan sistem pelaporan pajak.

​”Pelaporan manual membuka peluang ketidaksesuaian antara nilai transaksi ril, dengan omzet laporan wajib pajak,” tambahnya.

​Selain faktor sistem manual, tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan di Tanjungpinang juga belum berjalan optimal.

​”Oleh karena itu, implementasi aplikasi digital bukan sebagai pembuktian adanya kebocoran,” tegas Said.

​Pemerintah memfungsikan penerapan teknologi baru ini, sebagai langkah pemungutan pajak daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

​”Melalui aplikasi, skema pemungutan dan pendataan akan berbasis data transaksi secara langsung,” pungkasnya. (sih)

Baca Juga:  Media Lokal Hadapi Disrupsi, Kolaborasi Jadi Kunci
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru