TANJUNGPINANG (HAKA) – Mahasiswa lintas jurusan di Tanjungpinang, menginisiasi gerakan kemanusiaan bernama Peduli Manusia dan Beraksi (Peuri).
Ketua PEURI, Binsar mengaku, bosan dengan kegiatan organisasi kampus yang hanya bersifat seremonial.
“Banyak persoalan sosial belum tersentuh secara langsung oleh kami,” katanya kepada hariankepri.com, Sabtu (7/2/2026).
Binsar menegaskan, peran mahasiswa tidak boleh berhenti hanya di bangku perkuliahan saja.
Ia pun mendorong rekan-rekannya untuk turun langsung membantu masyarakat di lapangan secara nyata.
“Pendidikan tidak berguna jika mahasiswa enggan melebur dengan masyarakat sekitar,” ujar Binsar.
Sebanyak 12 anggota aktif kini bergabung mengusung misi kemanusiaan dalam wadah Peuri.
Sementara itu, Sekretaris PEURI, Ismawati menyebut timnya fokus membantu kelompok masyarakat yang tergolong rentan.
“Kami baru saja menyalurkan bantuan ke Panti Asuhan Nur Arrohman,” sebut Ismawati.
Mahasiswa mengumpulkan dana kegiatan secara mandiri melalui usaha jualan kreatif mereka sendiri.
Ismawati mengatakan kemandirian dan dampak nyata menjadi kunci utama keberlangsungan komunitas ini.
“Kami ingin memberi dampak nyata, bukan sekadar melempar wacana kosong,” pungkas Ismawati.(sih)





