BATAM (HAKA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam, merilis peringatan dini tinggi gelombang di wilayah Kepulauan Riau.
Peringatan ini berlaku mulai tanggal 13 Maret hingga 16 Maret 2026 mendatang di sejumlah titik perairan.
Kepala BMKG Batam, Ramlan menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan angin dari wilayah utara, memicu kenaikan tinggi gelombang laut.
“Pola angin di perairan utara Kepri secara umum bergerak dari Utara-Timur dengan kecepatan hingga 20 knot,” ujar Ramlan kepada hariankepri.com, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, untuk wilayah perairan bagian selatan, angin bertiup dari arah Barat Laut ke Timur Laut.
Berdasarkan data sinoptik, tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang melanda sepuluh wilayah perairan.
Wilayah tersebut meliputi perairan Anambas bagian utara, Natuna, perairan Kepulauan Tambelan, serta perairan Kepulauan Subi hingga Serasan.
Ramlan juga menginstruksikan kewaspadaan serupa untuk wilayah perairan Lingga yang memiliki potensi kondisi gelombang yang sama.
Terkait saran keselamatan, BMKG mengingatkan risiko tinggi bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot.
Bagi kapal tongkang, operasional mengandung risiko besar apabila tinggi gelombang laut sudah menyentuh angka 2 meter atau lebih.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat dan operator kapal agar terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi demi menjamin keselamatan pelayaran.
Kondisi atmosfer yang dinamis memerlukan perhatian ekstra, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut lepas selama periode tersebut. (sih)





