TANJUNGPINANG (HAKA) – BMKG Tanjungpinang mengonfirmasi, fenomena langit mendung, Senin (14/9/2026) akibat kabut asap kiriman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.
​Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasih menjelaskan, citra satelit Himawari-9 menunjukkan tidak ada tutupan awan hujan di wilayah Bintan maupun Tanjungpinang.
​”Fenomena mendung ini merupakan asap yang berasal dari wilayah Kalimantan yang masuk ke Provinsi Kepri,” ujar Kosasih.
​Ia memaparkan, sebaran asap Karhutla Kalimantan mulai melintas di langit Kepri sejak Minggu (13/9/2026) malam dengan intensitas tipis.
​Konsentrasi kabut asap menebal signifikan pada Senin pagi, hingga memicu penurunan kualitas udara di seluruh wilayah Pulau Bintan.
​”Penyebaran asap bertambah pekat pada pagi hari di Pulau Bintan,” terangnya.
​Instrumen pemantau BMKG di Batam mencatat, penurunan kualitas udara hingga menembus kategori kurang sehat sejak pukul 08.00 WIB.
​BMKG mengimbau masyarakat Pulau Bintan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya paparan kabut asap saat beraktivitas di luar ruangan. (fik)




