BATAM (HAKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam memprediksi Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Kepala BMKG Batam, Ramlan, menjelaskan, bahwa data perhitungan astronomis menunjukkan, posisi bulan pada 20 Maret 2026 kemungkinan besar belum memenuhi kriteria baru dari MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
“Kami memperkirakan hilal belum mencapai syarat bulan baru pada tanggal 20 Maret,” ujar Ramlan kepada hariankepri.com, kemarin
Berdasarkan data BMKG, ketinggian hilal maupun elongasi belum memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS.
Ramlan memaparkan, MABIMS menetapkan syarat hilal memenuhi kriteria jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Karena posisi hilal masih di bawah kriteria tersebut, kemungkinan besar pemerintah akan menggenapkan (istikmal) bulan Ramadan menjadi 30 hari.
“Syarat bulan baru belum tercapai pada tanggal 20, sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” tambahnya.
Terkait jadwal pengamatan hilal di wilayah Kepri, Ramlan menyebut pihaknya masih menunggu koordinasi resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).
Ia memperkirakan pemerintah akan melaksanakan pengamatan tersebut pada 19 atau 20 Maret.
“Kami belum mendapatkan jadwal pengamatan dari Kementerian Agama,” jelasnya.
Meski BMKG telah mengeluarkan data prediksi teknis, Ramlan menyebut, bahwa Pemerintah melalui Kemenag RI tetap memegang keputusan akhir melalui sidang isbat. (sih)





