BATAM (HAKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, merilis kondisi terkini cuaca Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala BMKG Batam, Ramlan, menyampaikan, bahwa cuaca cerah berawan masih akan mendominasi wilayah ini dalam sepekan ke depan.
“Cuaca cerah berawan masih mendominasi kondisi hingga satu minggu ke depan,” ujar Ramlan kepada hariankepri.com, Jumat (27/3/2026).
Ramlan memprediksi, hujan dengan intensitas sporadis atau tidak merata baru akan turun pada awal April mendatang.
Angin musim barat yang masih menguat di wilayah Kepulauan Riau, menjadi penyebab kondisi ini.
“Kami memperkirakan hujan sporadis turun awal April karena angin musim barat masih menguat,” tuturnya.
Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, bahwa fenomena El Nino saat ini, berada dalam keadaan netral menuju kategori lemah.
Ia memperkirakan El Nino lemah tersebut baru akan mulai muncul secara bertahap, pada Juni mendatang.
“Kondisi El Nino saat ini netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni nanti,” jelas Ramlan merinci data.
Berdasarkan analisis tersebut, hujan yang lebih merata di seluruh wilayah Kepri baru akan turun pada pertengahan April hingga Mei.
Ramlan pun mengimbau seluruh BPBD se-Kepri, agar terus mewaspadai potensi kekeringan serta peningkatan risiko kebakaran lahan.
“Seluruh BPBD se-Kepri perlu mewaspadai kekeringan dan potensi kebakaran lahan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, bahwa kekeringan yang lebih parah mengancam wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, hingga Bintan bagian timur.
Pihaknya telah memaparkan kondisi tersebut dalam rapat koordinasi bersama instansi terkait guna mengantisipasi dampak buruk kebakaran dan kekeringan.
“Natuna, Anambas, dan Bintan bagian timur mengalami kekeringan yang lebih parah,” ungkapnya.
Ramlan berharap, koordinasi lintas sektoral terus menguat demi menjamin ketersediaan air bersih serta penanganan cepat jika terjadi Karhutla.
“Kami sudah memaparkan langkah antisipasi kebakaran dan kekeringan dalam rakor bersama BPBD kemarin,” pungkasnya. (sih)





