TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, mendukung literasi akademik bagi mahasiswa dan peneliti dengan menyediakan akses jurnal internasional.
Kepala Dispersip Kepri, Bisri, mengakui mahalnya biaya berlangganan jurnal bereputasi, menjadi tantangan utama bagi mahasiswa saat ini.
“Kami menyiapkan teknologinya, memfasilitasi kebutuhan riset agar mahasiswa tidak lagi kesulitan mencari referensi ilmiah valid,” ujar Bisri.
Meskipun anggaran daerah sedang terbatas, Bisri menegaskan penyediaan infrastruktur literasi digital tetap menjadi prioritas utama kualitas pendidikan.
Selain akses jurnal, Bisri menyoroti implementasi amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terkait keberlangsungan perpustakaan sekolah.
“Sesuai UU Sisdiknas, ada aturan alokasi 5 persen anggaran sekolah untuk perpustakaan. Kita harus mendorong pendanaan ini berjalan maksimal,” tegasnya.
Bisri menilai alokasi anggaran 5 persen yang konsisten, akan memperkuat ekosistem literasi dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah.
Ia berharap sinergi kebijakan pendanaan dan teknologi jurnal digital mampu mendongkrak indeks literasi masyarakat dan kualitas riset mahasiswa. (sih)





