TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Bisri, mengeluarkan peringatan keras terkait fenomena ketergantungan gadget pada anak-anak.
Bisri menilai, penggunaan ponsel pintar berlebihan menurunkan kualitas akademis. Hal ini juga mengancam kesehatan mental generasi muda di masa depan.
Salah satu ancaman paling berbahaya adalah, munculnya gejala Narcissistic Personality Disorder atau NPD pada anak-anak zaman sekarang.
“Banyak anak sekarang main HP terus-menerus demi validasi. Mereka haus pengakuan dan hanya mengejar respons orang lain,” ujar Bisri.
Pola perilaku yang selalu ingin terlihat eksis tanpa literasi kuat memicu gangguan kejiwaan. Bisri juga menyindir gaya belajar siswa saat ini.
“Jangan-jangan cuma pakai ChatGPT atau AI saja agar terlihat pintar. Jika cuma scroll HP, bagaimana bisa tahu kebenaran informasi,” ucapnya.
Teknologi mempermudah akses informasi, namun tanpa kesiapan mental, masyarakat seolah terjajah. Anak-anak banyak membuang waktu untuk informasi sampah di medsos.
“Alat itu mengontrol aktivitas kita tanpa sadar. Fokus pikiran anak rusak karena konten,” tegasnya.
Bisri mendorong orang tua dan pendidik membiasakan anak membaca buku fisik. Cara ini melatih fokus dan daya kritis anak. (sih)





