TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, mendorong pemilik kafe dan pelaku food and beverage (F&B) membentuk asosiasi.
Riki menilai, pertumbuhan bisnis kafe di Kota Tanjungpinang terus meningkat, dan membutuhkan wadah komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah.
“Kita memastikan kemudahan perizinan agar tumbuh kembang bisnis kafe berjalan baik tanpa terhambat,” katanya kepada hariankepri.com, kemarin.
Menurutnya, kemudahan perizinan dan dukungan terhadap ekosistem usaha mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten, kota, hingga provinsi.
Pemerintah daerah juga membuka akses modal kerja, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hasil koordinasi dengan perbankan HIMBARA.
“Selama ini, paling hanya 5 sampai 10 persen saja pemilik kafe yang punya inisiatif datang ke kantor untuk berdiskusi,” ungkapnya.
Karena itu, Riki mengajak pelaku usaha berhimpun dalam asosiasi agar komunikasi dengan pemerintah berlangsung lebih efektif.
Ia menilai, asosiasi dapat menjadi cikal bakal koperasi untuk memperkuat posisi tawar para pelaku usaha.
Melalui koperasi, pelaku usaha dapat membeli bubuk kopi dari Sumatera dan susu segar dari Jawa Barat dalam jumlah besar.
“Berhimpunlah dalam komunitas, karena kesamaan tujuan bisnis itu bisa melahirkan kekuatan besar melalui koperasi,” pungkasnya. (sih)






