DI bawah terik matahari, tiga belas petugas pemungut retribusi di Kota Tanjungpinang harus menyisir gang-gang sempit di 18 kelurahan.
Mereka mengetuk pintu demi pintu, untuk mengejar pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ironisnya, meski pemko telah berbaik hati memangkas tarif hingga 50 persen, antusias warga tak kunjung mekar.
Selama dua tahun berturut-turut, target Rp3 miliar Dinas Lingkungan Hidup menguap begitu saja, hanya menyisakan realisasi yang tertahan di angka Rp1,6 miliar.
Kontras dengan tetangganya, Kabupaten Bintan mencoba peruntungan lewat pendekatan yang lebih personal.
Lalu seperti apa dua daerah ini mengelola persampahan, di saat kondisi masing-masing TPA makin penuh, simak ulasan lengkapnya DI SINI.
Penulis : Dimas





