26.2 C
Tanjung Pinang
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img

Biaya Mahal, Disperindag: Logistik ke 394 Pulau Jadi Prioritas

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kondisi geografis kepulauan menjadi tantangan terberat dalam distribusi logistik di Provinsi Kepri.

Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menyebut, pihaknya harus melayani ratusan pulau yang statusnya berpenghuni.

“Tantangannya di Kepri adalah daerahnya kepulauan. Ada 394 pulau berpenghuni,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.

Menurutnya, karakteristik wilayah Kepri ini membuat biaya angkut barang menjadi jauh lebih mahal.

“Tantangannya seperti biaya mahal, distribusi, logistik, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, sambung Riki, status kawasan perdagangan bebas atau FTZ juga menambah kompleksitas aturan.

“Ada FTZ yang menyeluruh, ada FTZ yang sebagian-sebagian,” tambahnya.

Riki menilai beberapa aturan pangan nasional sulit penerapannya secara merata di Provinsi Kepri.

“Banyak aturan nasional kurang bisa implementasi dengan mudah di Kepri,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Riki, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya membenahi sistem ini, khususnya untuk komoditas beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Distribusi ke pulau terluar seperti Natuna dan Anambas mendapat perhatian khusus, dan pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah logistik ini. (sih)

Baca Juga:  Cuaca Panas Picu Kebakaran 1,5 Hektare Lahan di Penyengat
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2026. Lahir di Tanjungpinang pada 27 Januari 2004, merupakan alumni SMAN 1 Tanjungpinang dan telah menempuh pendidikan tinggi di Prodi Ilmu Hukum FISIP UMRAH. Dalam kesehariannya, aktif melakukan peliputan dan penulisan berbagai peristiwa di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru