26.9 C
Tanjung Pinang
Jumat, Oktober 16, 2026
spot_img

Biaya Mahal, Disperindag: Logistik ke 394 Pulau Jadi Prioritas

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kondisi geografis kepulauan menjadi tantangan terberat dalam distribusi logistik di Provinsi Kepri.

Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menyebut, pihaknya harus melayani ratusan pulau yang statusnya berpenghuni.

“Tantangannya di Kepri adalah daerahnya kepulauan. Ada 394 pulau berpenghuni,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.

Menurutnya, karakteristik wilayah Kepri ini membuat biaya angkut barang menjadi jauh lebih mahal.

“Tantangannya seperti biaya mahal, distribusi, logistik, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, sambung Riki, status kawasan perdagangan bebas atau FTZ juga menambah kompleksitas aturan.

“Ada FTZ yang menyeluruh, ada FTZ yang sebagian-sebagian,” tambahnya.

Riki menilai beberapa aturan pangan nasional sulit penerapannya secara merata di Provinsi Kepri.

“Banyak aturan nasional kurang bisa implementasi dengan mudah di Kepri,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Riki, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya membenahi sistem ini, khususnya untuk komoditas beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Distribusi ke pulau terluar seperti Natuna dan Anambas mendapat perhatian khusus, dan pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah logistik ini. (sih)

Baca Juga:  Perubahan APBD Kepri 2026 Naik Menjadi Rp3,39 Triliun
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru