29.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Juni 10, 2026
spot_img

BEM FISIP UMRAH Kecam Kegagalan Bupati Bintan Atasi Krisis Air

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Mahasiswa BEM FISIP UMRAH, Andika, mengecam keras lambannya respon Pemkab Bintan, dalam menangani krisis air bersih di Desa Dendun.

Putra daerah Mantang ini menilai, fakta bahwa warga harus mengantre hingga 24 jam menjadi bukti nyata kegagalan Bupati Bintan dalam menjamin hak dasar rakyat.

Andika menyebut Pemkab Bintan bekerja tanpa rencana matang, dan terkesan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat pesisir.

Menurutnya, krisis di Desa Dendun bukan lagi sekadar kendala teknis, melainkan potret darurat pelayanan publik yang memalukan bagi Bintan.

“Warga mengantre 24 jam itu tamparan keras bagi pemerintah. Ini bukti Pemkab Bintan tidak punya perencanaan yang jelas,” tegas Andika kepada hariankepri.com, Sabtu (25/4/2026).

Ia menuntut pemerintah daerah menghadirkan terobosan infrastruktur yang berkelanjutan, bukan sekadar mengirim bantuan air yang habis dalam sekejap.

“Pemkab jangan berlindung di balik alasan klasik kendala transportasi. Justru di situ gunanya inovasi kebijakan,” ujarnya dengan nada tajam.

Andika juga mengkritik lemahnya basis data pembangunan Pemkab Bintan dalam menyusun program di wilayah pesisir.

“Kami menuntut keseriusan Pemkab Bintan. Jangan hanya sibuk dengan seremoni,” pungkasnya. (sih)

Baca Juga:  Momentum Pelayanan, Wako Lis Lantik 6 Dokter PNS
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru