BINTAN (BINTAN) – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan pencarian Misran (47), seorang nelayan asal Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), yang hilang sejak pekan lalu, hingga Senin (25/8/2025) sore.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, pencarian dan pertolongan dilakukan selama 7 hari, tapi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, di perairan Pulau Terkulai dan sekitarnya.
“Sehingga, pencarian dihentikan sesuai dasar hukum waktu operasi SAR. Dan seluruh unsur SAR kembali ke pos masing-masing,” tuturnya saat dikonfirmasi hariankepri.com, Selasa (26/8/2025).
Menurut Eryk, tim gabungan telah melakukan pencarian dengan berbagai upaya di perairan Lobam SKL hingga Pulau Terkulai, pesisir muara sungai Busung, hingga pemantauan dari udara menggunakan drone.
Lalu, menyebarkan informasi kepada warga serta pengguna transportasi laut di Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang maupun Kota Batam. Namun, masih nihil.
“Korban hilang saat menjaring udang di perairan pulau itu. Hanya, pompong korban yang ditemukan tanpa awak saat pagi hari,” tambahnya.
Namun demikian, sambung Eryk, Tim SAR tetap memantau perkembangan, apabila ada informasi terbaru terkait tanda-tanda korban ditemukan. Maka, otomatis petugas gabungan akan melakukan evakuasi korban ke pihak keluarga.
“Kami mengimbau kepada warga terutama pengguna transportasi laut, segera melaporkan, apabila korban ditemukan,” imbuhnya.
Eryk menyarankan kepada nelayan maupun pengguna transportasi laut agar waspada saat beraktivitas. Sebab, cuaca ekstream angin kencang dan hujan terjadi kapan saja.
“Mohon lengkapi alat keselamatan dan komunikasi sebelum berlayar, dan selalu perhatikan cuaca dari BMKG, agar risiko dapat diminimalisir,” tutupnya. (rul)





