Beranda Daerah Bintan

Belum Ada Sapi Kena PMK di Bintan, DKPP Berbagi Tips Cara Buat Disinfektan

0
Kadis KPP Bintan, Khairul bersama Pejabat Otoritas Veteriner Bintan, Iwan Berri Prima dan pegawai KPP sedang mengecek sapi di salah satu ternak warga-f/istimewa

BINTAN (HAKA) – Hasil pengecekan oleh Satgas PMK Bintan, belum menemukan gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang tersebar di 10 kecamatan, Kabupaten Bintan.

“Itu atas sinergi yang baik antarlintas sektoral yang tergabung dalam Satuan Tugas PMK Kabupaten Bintan berdasarkan SK Bupati nomor: 304/VI/2022,” ucap Kadis KPP Bintan, Khairul, Selasa (7/6/2022).

Adapun instansi yang masuk Satgas PMK di Bintan yakni, Kepolisian, Karantina Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Pejabat Otoritas Veteriner, KTNA, UPTD RPH dan Puskeswan Bintan bersama jajaran OPD Pemda Bintan dan tenaga kesehatan hewan.

“Mari kita jaga Kabupaten Bintan bebas dari PMK. Giat Satgas saat ini, juga berkaitan dengan Hari Raya Idul Adha tahun 2022,” imbuhnya.

Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima meminta kepada seluruh peternak hewan di Bintan, agar membuat cairan disinfektan sederhana sebagai upaya pencegahan PMK.

Cara membuat disinfektan yakni, 1 liter air dan 57 mililiter (ml) pemutih pakaian. Di antaranya, cairan sodium hypoklorat sebanyak 3 persen, asam acetat/cuka 2 persen, asam sitrat 0,2 persen, sodium carbonate (soda cuci/abu) 4 persen dan sodium hidroxida atau soda api 2 persen.

Berri Prima menerangkan beberapa gejala PMK pada hewan yakni, hipersalivasi, saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang, pembengkakan kelenjar submandibular vesikel/melepuh.

“Selanjutnya, erosi di sekitar mulut, lidah, gusi, nostril, kulit sekitar teracak dan puting. Dan hewan lebih sering berbaring demam tinggi mencapai 41oC, serta penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah,” terangnya.

Menurut Berri Prima, ada tiga prinsip pemberantasan wabah PMK yakni, hindari kontak antara hewan peka dan virus PMK, menghentikan produksi virus PMK oleh hewan yang tertular.

“Dan terakhir meningkatkan resistensi/kekebalan hewan peka. Salah satunya, membentuk kekebalan pada hewan peka dengan vaksinasi,” pungkasnya. (rul)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini