TANJUNGPINANG (HAKA) – Manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini terhadap ancaman Hantavirus.
Wakil Direktur RSUD RAT, Mardiansyah menegaskan, pihaknya belum menemukan kasus Hantavirus di lingkungan rumah sakit maupun di wilayah Kepri.
“Belum ada kasus. Surat Edaran ini murni langkah antisipasi. Kami menyiapkan SOP agar tenaga medis paham gejala dan siap memakai APD,” ujarnya.
Mardiansyah menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit yang bersumber dari lingkungan kurang bersih.
“Penularan terjadi melalui kontak dengan kotoran atau urine tikus terinfeksi,” imbuhnya.
Gejala awal virus ini menyerupai flu biasa seperti demam, nyeri otot, mual, hingga diare pada hari pertama hingga hari kelima.
Ia meminta Masyarakat harus waspada jika kondisi memburuk setelah hari kelima. Fase lanjutan menyerang paru-paru dengan sesak napas berat atau mengganggu fungsi ginjal.
Tingkat kematian virus ini cukup tinggi mencapai 31 hingga 40 persen. Belum ada obat spesifik, sehingga medis menangani pasien berdasarkan gejala.
“Kami akan mengirim spesimen ke laboratorium Kemenkes di Bogor jika ada suspect. Kita belum punya laboratorium khusus untuk pengecekan,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan pola hidup bersih. Menjaga kebersihan rumah menjadi kunci utama pencegahan sarang tikus.
“Kuncinya satu, jaga kebersihan lingkungan. Hindari area kumuh dan pastikan area rumah bersih dari keberadaan tikus,” pungkasnya. (sih)





