28.3 C
Tanjung Pinang
Sabtu, Mei 9, 2026
spot_img

Belanja Pegawai Membengkak, Pendidikan Dapat Jatah Paling Kecil di APBD-P Kepri 2025

TANJUNGPINANG (HAKA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 dalam rapat paripurna, Senin (25/8/2025) lalu.

Dalam ketok palu itu, total APBD-P Kepri 2025 ditetapkan sebesar Rp3,933 triliun. Angka ini naik tipis sekitar Rp14,7 miliar dibanding APBD murni 2025 yang semula Rp3,918 triliun.

Berdasarkan dokumen RAPBD-P yang diperoleh hariankepri.com, pos belanja pegawai kembali menjadi yang terbesar, yakni Rp1,32 triliun atau 33,74 persen dari total belanja daerah. Angka ini melampaui ambang batas wajar 30 persen.

Di urutan berikutnya, belanja infrastruktur pelayanan publik menelan Rp1,07 triliun atau 33,28 persen dari APBD-P. Sementara, belanja pendidikan justru menjadi yang terkecil, yakni Rp1,11 triliun atau 28,23 persen dari total belanja.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengklaim, alokasi tersebut tetap mengacu pada mandatory spending dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai amanat pemerintah pusat.

“Anggaran pendidikan bahkan melampaui ketentuan minimal 20 persen,” ujarnya.

Meski begitu, Ansar tidak menampik porsi belanja pegawai yang membengkak. “(Memang) sedikit di atas ambang batas 30 persen,” katanya.

Ansar menambahkan, penyusunan APBD-P 2025 dilakukan melalui pembahasan yang intens dengan DPRD. “Semoga APBD Perubahan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Kepri,” harapnya.(kar)

Baca Juga:  Pesan Misni ke CPNS: ASN Itu Pengabdian, Bukan Gaya-gayaan
zulfikar
zulfikar
Redaktur Pelaksana. Mulai bergabung sebagai jurnalis di hariankepri.com sejak tahun 2017. Merupakan alumni Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UMRAH. Saat ini, selain aktif meliput isu-isu lokal dan nasional, juga tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '