TANJUNGPINANG (HAKA) – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Agung Dhamar Syakti merespon polemik skema beasiswa bagi mahasiswa.
Ia memberikan penjelasan terkait beasiswa Mutiara Gurindam, khususnya penghafal Alquran 8 juz tersebut.
“Itu bukan karena muslimnya, tapi mereka bagian masyarakat yang berdampak luas,” ucapnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Agung tak menampik, jika rekognisi untuk penghafal kitab suci agama lain belum tersedia.
“Misalnya katakanlah ada penghafal Injil atau Weda,” kata Agung.
Meski begitu, ia memastikan UMRAH tetap menjunjung tinggi asas kekeluargaan, bagi seluruh mahasiswa
“Kita satu keluarga, semua punya akses sama. Tinggal ikuti mekanismenya,” tegasnya.
Pihak kampus mengaku sangat terbuka melakukan penyesuaian bagi mahasiswa non muslim tersebut.
Kampus bahkan berencana melibatkan tokoh agama terkait guna memvalidasi kemampuan hafalan tersebut.
“Bisa kami sesuaikan, kita undang pendeta. Ini kan penghafal ajaran Tuhan,” jelasnya.
Ia meminta mahasiswa yang memiliki kemampuan hafal kitab suci untuk segera mengajukan diri.
“Silakan diajukan nanti, kita bakal menyesuaikan,” pungkasnya. (ars)





