TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemko Tanjungpinang bergerak cepat merespon kenaikan harga BBM, yang berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok.
Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagin)Tanjungpinang, Riyanto, mengakui faktor distribusi memicu fluktuasi harga.
Menurutnya, biaya logistik kini menjadi komponen paling sensitif bagi pedagang.
Tanjungpinang sangat bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah.
Ia menegaskan, kenaikan harga BBM langsung memengaruhi beban biaya pengiriman barang ke kota ini.
“Fokus kami sekarang mengendalikan pasokan dan mengintervensi harga,” ujar Riyanto, Senin (27/4/2026).
Pemko Tanjungpinang melalui Disdagin juga memperketat pengawasan harga harian di pasar tradisional.
Ia mengatakan, data harian menjadi basis penting untuk mengambil keputusan intervensi cepat jika harga anomali.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha. Langkah ini guna memastikan kelancaran pasokan di tengah dinamika harga energi,” tambahnya.
Pemko Tanjungpinang berkomitmen melindungi daya beli masyarakat. Sinergi lintas perangkat daerah akan menekan laju inflasi daerah secara berkelanjutan dan efektif. (sih)





