TANJUNGPINANG (HAKA) – Deputi Bappenas RI, Medrilzam, memandang pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa, sebagai calon destinasi wisata global yang potensial bagi Kepulauan Riau.
“Mereka pasti menyukai sejarah kelahiran bahasa Indonesia yang sangat melegenda di sini,” ucap Medrilzam saat berkunjung ke Pulau Penyengat, kemarin.
Medrilzam menilai, kawasan Penyengat memiliki nilai historis kuat sebagai pusat peradaban masa lalu yang hebat.
Ia berharap, pengelola mengemas keunggulan sejarah melalui berbagai agenda internasional. Langkah ini akan memperkuat daya tarik wisata di seluruh Provinsi Kepri.
“Pulau Penyengat memiliki potensi wisata sejarah dan kebudayaan yang sangat besar,” imbuhnya.
Medrilzam mengagumi keindahan situs sejarah Penyengat. Ia pun memuji Masjid Raya Sultan Riau hingga lokasi rencana pembangunan monumen bahasa yang sangat strategis.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa pembangunan fisik museum segera mulai.
“Proyek besar ini akan menambah ikon baru bagi ibu kota provinsi,” jelasnya.
Ansar optimis kehadiran ikon baru tersebut memikat lebih banyak wisatawan. Proyek ini sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, bagi warga sekitar Tanjungpinang.
“Kami menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kami, proyek mulai berjalan pada bulan Juni,” ungkap Ansar
Ansar menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat otomatis memicu perputaran uang.
“Kunjungan wisatawan yang tinggi nantinya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang,” pungkasnya. (sih)





