JAKARTA (HAKA) – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, menandatangani Nota Kesepahaman bersama Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Kamis (3/9/2026).
Prosesi penandatanganan kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta.
Kerja sama ini menjadi pijakan penting, untuk menyokong Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
”Pemerintah ingin pers menjadi mitra aktif dalam mengawal program prioritas pembangunan nasional,” ucap Rachmat.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi, agar pers tumbuh bersama pemerintah tanpa kehilangan independensi jurnalistiknya.
”Kami berharap pers menjadi mitra pembangunan Indonesia,” ujar Rachmat.
Kerja sama ini mengusung misi mewujudkan pers yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, objektif, dan sehat industri (BEJO’S).
Program tersebut mencakup penguatan kapasitas lembaga, peningkatan kompetensi dan etika jurnalis, serta penyehatan media arus utama.
Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard menilai, pers memiliki peran vital menjembatani komunikasi pemerintah dan publik.
”Dunia butuh keberlanjutan jurnalisme yang tepercaya, dan pers menjembatani komunikasi antara pemerintah dan publik,” kata Febrian.
Bappenas kini menyusun rancangan Policy Sandbox, guna memetakan kebutuhan media lokal di berbagai daerah.
Program ini membawa angin segar bagi media di Kepulauan Riau yang kerap menghadapi tantangan geografis.
Media lokal di Kepri berpeluang mendapat dukungan penguatan kapasitas serta keberlanjutan usaha industri digital.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengingatkan tanggung jawab insan pers dalam menyajikan informasi akurat.
”Pers wajib menjaga ruang publik digital agar tetap sehat. Media harus membendung dominasi emosi,” tegas Komaruddin.
Bappenas dan Dewan Pers segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis dalam waktu enam bulan ke depan. (sha)




