TANJUNGPINANG (HAKA) – Provinsi Kepulauan Riau, saat ini menghadapi krisis tenaga pendidik tingkat menengah atas.
Sekolah-sekolah di daerah ini mengalami kekurangan pengajar karena tidak ada perekrutan tenaga pendidik baru.
“Saat ini kita sangat kekurangan tenaga guru untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB,” ujar Anggota DPRD Kepri, Ismiyati kepada hariankepri.com, kemarin.
Banyaknya tenaga pengajar lama, yang kini memasuki masa purna tugas, memperparah kondisi ini.
“Banyaknya guru-guru kita yang sudah memasuki masa pensiun juga memicu kekurangan ini,” kata Ismiyati.
Selain pensiun, sejumlah guru juga pindah tugas setelah lulus seleksi aparatur sipil negara.
“Banyak tenaga pendidik kita lulus PPPK dan pindah ke dinas lain,” terangnya.
Ismiyati menilai,.kebijakan penghapusan SPP membuat pihak sekolah kehilangan instrumen untuk membiayai gaji guru tambahan.
“Semenjak SPP tidak ada lagi, pihak sekolah tidak bisa mengangkat guru honorer,” tegas perwakilan rakyat ini.
Ia menyoroti kekosongan pengajar ini, khususnya pada posisi guru pemegang mata pelajaran khusus.
“Sekarang guru honorer sekolah benar-benar sudah tidak ada,” pungkas Ismiyati prihatin. (sih)





