TANJUNGPINANG (HAKA) – Anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Kota Tanjungpinang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantin SMAN 2 Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025).
Dari pantauan hariankepri.com di lokasi, para perwakilan rakyat ini turun ke kantin sambil melihat-lihat kondisi kantin yang saat ini telah selesai diperbaiki. Mereka turun, karena kerap mendapat keluhan dari orang tua murid.
Di sana, mereka mengamati dengan seksama kondisi kantin tersebut. Mulai dari atap kantin, meja dan kursi kantin, bahkan beberapa kios pedagang.
Kedatangan mereka ke kantin ini mendapat respon positif dari para pedagang yang saat itu tengah bersih-bersih di kios mereka.
“Kami sudah lama tidak berjualan, kemudian dapat kabar semalam sekolah mau buka kembali kantin ini, kami merasa terharu bisa mencari nafkah lagi,” ujar Edi, salah satu pedagang kepada hariankepri.com.
Menurut Rudi Chua, selaku salah satu Anggota DPRD Kepri dapil Tanjungpinang, bahwa kantin ini tutup sejak bulan Maret 2025 karena sejumlah alasan.
“Pertama karena perbaikan, kemudian libur sekolah. Tadi baru saya dapat informasi dari Kepala Sekolahnya, katanya tutup sementara sampai saat ini karena ingin mengurangi penggunaan plastik di sekolah,” sebutnya, saat meninjau kantin itu.
Ia juga menegaskan, bahwa sudah banyak orang tua para murid yang mengeluh atas tutupnya kantin tersebut selama enam bulan ini.
Selain orang tua murid, Rudi juga mengatakan, bahwa dengan tutupnya kantin ini, dinilai telah merugikan para pedagang yang tiap hari mencari nafkah di sekolah tersebut.
“Selama ini para pedagang membayar sewa kios di kantin sebesar Rp 8,5 juta per tahun. Nantinya, uang tersebut akan langsung masuk ke Kas Daerah sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Tanjungpinang, Kariadi membenarkan, bahwa kantin ini akan buka secepatnya pada awal September 2025.
Ia menjelaskan, bahwa selama dua bulan sejak Maret 2025 lalu, kantin sekolah ini menjalani sejumlah perbaikan. Selain itu, beberapa alasan lainnya kantin ini tutup, karena dirinya ingin melihat pengurangan sampah di sekolah.
“Selama kantin ini tutup memang saya lihat sampah-sampah mulai berkurang,” pungkasnya. (dim)





