TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas PUPR Kota Tanjungpinang mengakui, bahwa kawasan di sekitar Jalan Sri Katon, Batu 12, hingga kini masih kerap tergenang air saat hujan.
​Meskipun kolam retensi di wilayah tersebut sudah selesai, namun fasilitas penampung air belum mampu menuntaskan persoalan banjir secara menyeluruh.
​Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Rusli menjelaskan, walaupun genangan air masih terjadi, namun kondisinya saat ini sudah jauh lebih baik.
​”Masih tergenang, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik,” ujar Rusli, kemarin.
Ia mengatakan, sisa wilayah yang dulunya terdampak cukup parah seperti di sekitar area Perumahan dan Masjid kini justru sudah terbebas dari genangan air.
​”Di Sri Katon sudah jauh berkurang,” imbuhnya.
​Menurut Rusli, titik genangan air saat ini terpantau paling banyak bergeser atau beralih sedikit ke arah kawasan Jalan Perkutut.
​Meskipun demikian, pihak PUPR memastikan bahwa kondisi jalan di wilayah tersebut masih aman, untuk sarana perlintasan kendaraan bermotor.
​”Tapi intinya, orang masih bisa lewat dan tidak terisolasi,” imbuhnya.
​Rusli membeberkan, kendala pembebasan lahan menghambat program penanganan banjir dari pemerintah pusat yang perlu berlanjut ke tahap berikutnya.
​Sebagai langkah alternatif, Dinas PUPR Tanjungpinang menyusun rencana meninggikan atau meratakan ruas jalan yang rawan banjir.
​Rusli mengaku telah melayangkan usulan pembiayaan proyek fisik tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kepri karena anggaran kota sangat terbatas.
​”Karena kalau mengandalkan anggaran Dinas PU Kota saja, itu tidak kuat,” pungkasnya. (sih)





