TANJUNGPINANG (HAKA) – Kawasan ekonomi Pasar Pelantar II, Tanjungpinang, kembali tergenang banjir rob pada Rabu (7/1/2026) pagi.
Fenomena air laut pasang ini merendam akses jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Pantauan hariankepri.com di lokasi, menunjukkan genangan air cukup tinggi menyulitkan mobilitas warga.
Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan nekat melawan arah demi mencari permukaan jalan yang lebih tinggi agar mesin kendaraan mereka tidak terendam air asin.
Terlihat beberapa warga terpaksa menggulung celana hingga ke lutut dan menjinjing alas kaki mereka saat melintasi genangan air yang menutupi badan jalan tersebut.
Nila, salah seorang pedagang di Pasar Pelantar II, mengungkapkan, bahwa ketinggian air mengalami peningkatan signifikan. Pasang air laut kali ini terasa lebih besar.
“Mulai naik airnya tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Kemungkinan baru akan surut nanti jam 14.00 WIB,” ujar Nila saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagangnya.
Nila menambahkan, kondisi saat ini sebenarnya masih tertolong karena cuaca di Tanjungpinang cenderung cerah tanpa hujan.
Ia khawatir jika air pasang berbarengan dengan curah hujan tinggi, dampaknya akan jauh lebih buruk bagi para pedagang.
“Ini karena tidak hujan saja. Kalau hujan deras, mungkin tempat dagangan kami sudah tenggelam total,” keluhnya.
Tak hanya mengganggu aksesibilitas. Penurunan omzet menjadi dampak langsung yang paling dirasakan karena minat warga untuk berbelanja ke pasar menurun drastis saat genangan muncul.
“Pendapatan turun jauh kalau kondisi begini, orang malas masuk ke pasar. Tapi ya namanya jualan, kadang-kadang ada saja rezekinya meski lebih sedikit,” tukasnya. (dan)





