Beranda Daerah Bintan

Bandara Mau Diberi Nama Kandil Bahar, Tokoh Pemuda Tambelan Protes ke Bupati

0
Bandara Tambelan Bintan yang akan diberi nama Kandil Bahar-f/istimewa-net

BINTAN (HAKA) – Pemberian nama Bandara Tambelan, dengan nama Kandil Bahar, menuai protes dari masyarakat Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan.

Seperti yang diutarakan Tokoh Pemuda Tambelan, Robby Patria. Menurutnya, nama tersebut bukan berdasar catatan sejarah yang sudah diabadikan dalam buku, maupun jurnal. Nama itu hanya sekedar cerita rakyat atau dongeng.

“Sekedar masukan kepada Pak Bupati, sebaiknya memberikan nama Bandara Tambelan, perhatikan juga data-data ilmiah dan catatan sejarah,” ujar Robby yang juga, mahasiswa S3 di Negeri Jiran, Malaysia ini kepada hariankepri.com.

Menurutnya, Bupati Bintan, maupun DPRD Bintan bisa pakai nama-nama yang sudah tercatat dalam sejarah melalui proses ilmiah.

“Saye kire aspirasi masyarakat sah sah saja. Argumen dasarnya harus dipertimbangkan dengan rasional. Memenuhi syarat gak sebagai bahan pertimbangan kalau hanya berdasar kisah kisah dari cerita rakyat setempat,” imbuhnya.

Kalau nama bandara itu nama tempat, seperti Bandara Tambelan, itu akan lebih baik dari Kandil Bahar.

“Karena Kandil bahar tak dapat dijelaskan secara ilmiah kisah-kisahnye. Berdasarkan pada katanya-katanya saja. Masa, nama bandara berdasarkan katanya atau dongeng,” ujarnya.

Karena kata Robby, catatan sejarah oleh siapa penulisnya belum ditemukan siapa yang menyebut nama Kandil Bahar. Dari mana asal Kandil Bahar, cahaya dari mana dan bagaimana cahaya itu?.

“Jika ingin nama-nama tokoh setara internasional, ya Sultan Abdullah Muahaiyat Syah. Tercatat dalam sejarah Melayu Riau, Johor Malaka, Indonesia. Sultan Johor termasyhur keturunannya menjadi menjadi Sultan Johor.

Atau, saran Robby, ada juga nama tokoh Adnan Kasim. Tokoh nasional, pejuang dan memiliki rekam jejak di tiga provinsi Kepulauan Riau, Riau dan Jambi.

“Pak Bupati, jangan usulkan nama Kandil Bahar lah ke Kementerian Perhubungan. Karena  nama itu dibuat soal cerita selembar kertas pun ndak sanggup rasenye. Karena referensi sulit,” ujarnya.

Dia meminta sebelum Pak Bupati mengirim nama Kandil Bahar ke Kementerian Perhubungan, sebaiknya diadakan dengar pendapat dulu, dengan yang paham sejarah.

“Biar kita tak dianggap tak memahami sejarah,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bintan, M Najib mengaku kaget, dengan munculnya nama itu.

” Saya juga kaget mengapa langsung muncul satu nama. Padahal ada usulan nama lain yang tidak dijelaskan di depan anggota DPRD secara ilmiah. Karena tidak beres, saya ke luar ruangan tak mau teken,” ujar Najib, Ketua Komisi III DPRD Bintan kemarin. (rul)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here