JAKARTA (HAKA) – PT Tempo Inti Media Tbk menunjuk Bagja Hidayat sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) Tempo.
Bagja menggantikan Setri Yasra yang kini mengelola unit bisnis baru di grup media tersebut. Pergantian kepemimpinan berlangsung di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
“Perusahaan menjalankan proses itu, sebagai bagian dari regenerasi dan penyesuaian kebutuhan organisasi,” ucap Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk, Arif Zulkifli.
Ia menyebut, pergantian itu menjadi bagian dari penyegaran dan kaderisasi di lingkungan perusahaan.
“Setiap pemred memiliki tantangan tersendiri. Setri konsisten menjaga sikap editorial Tempo di tengah turbulensi politik yang tak mudah selama Pemilu 2024,” kata Arif.
Bagja memulai karier di Tempo pada 2001 sebagai reporter. Ia meliput isu hukum, kriminal, ekonomi, bisnis, hingga politik.
Tempo kemudian menugaskan Bagja memimpin Desk Investigasi sepanjang 2005 hingga 2015. Sejak 2023, ia menjabat Wakil Pemimpin Redaksi.
Bagja merupakan lulusan Fakultas Kehutanan IPB University tahun 2000. Ia juga menyelesaikan pendidikan di Binus Business School pada 2016.
Selama berkarier, Bagja meraih sejumlah penghargaan jurnalistik, termasuk Jurnalis Jakarta Award dan Mochtar Loebis Award.
Pada masa kepemimpinan Setri dan Bagja, Tempo mempercepat transformasi digital serta mengintegrasikan ruang berita.
Tempo mengembangkan program siniar Bocor Alus Politik, Jelasin, dong!, dan Tukang Kupas Perkara.
Perusahaan juga meluncurkan platform berita tunggal melalui tempo.co pada 17 November 2024 dengan mengintegrasikan seluruh layanannya.
Transformasi itu mendorong pertumbuhan pendapatan pembaca sebesar 44,89 persen sepanjang 2025. Akses ke tempo.co mencapai 11 juta pengguna setiap bulan.
Tempo juga meraih predikat Gold kategori Best Reader Revenue Strategy pada Digital Media Awards Asia-Pacific 2026 di Manila, Filipina.
PT Tempo Inti Media Tbk membukukan laba komprehensif Rp2,57 miliar pada 2025 atau tumbuh 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Arif meyakini Bagja mampu melanjutkan perkembangan Tempo sekaligus menjawab tantangan industri media ke depan. (sha)






