26.7 C
Tanjung Pinang
Jumat, Maret 6, 2026
spot_img

Avib, Ahli Terapi Otot dari Tanjungpinang yang Pernah Berkiprah di Asian Games 2018

TANJUNGPINANG (HAKA) – Di ujung jalan kecil, terdapat satu rumah sederhana yang selalu ramai didatangi warga. Lokasinya, berada di Jalan Radar, Perumahan Alam Mutiara, Blok D nomor 1, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.

Di rumah itu, ada seorang pria bernama Muhammad Avib Rudal Kurniawan. Avib mendirikan pelayanan sport massage, Massage Cidera Olahraga (MCO) dan Terapi Otot, yang dirintis sejak tahun 2008 silam.

Dia bukan seorang dokter dari rumah sakit, bukan pula selebritas dari dunia medis. Tapi dari tangan-tangannya, ribuan orang telah kembali bisa berjalan, berolahraga, bahkan tersenyum setelah sekian lama menahan sakit.

Selama lebih dari dua dekade, Avib menjalani profesinya dengan hati, bukan untuk sekadar mencari penghidupan, tapi sebagai bentuk ibadah, dan pengabdian yang tak kenal lelah.

“Saya membuka berbagai macam pengobatan. Seperti melayani keluhan keseleo, syaraf terjepit, pegal-pegal, sakit pinggang, otot tegang, tulang belakang sakit, dan patah tulang,” ujarnya sambil berduduk santai di teras rumahnya, kepada hariankepri.com, kemarin.

Selain itu, Avib juga membuka pengobatan lainnya. Di antaranya bekam kesehatan, kolesterol, asam urat, hipertensi, migrain, vertigo, dan masuk angin. Semua pengobatan ini dilakukan olehnya, dengan cara profesional dan tingkat keahlian yang tinggi, demi memastikan pasien tersebut bisa benar-benar pulih dari penyakit.

“Saya nggak pernah pasang tarif, kecuali paket pengobatan hingga sembuh total. Siapa pun yang datang, saya bantu sebisanya. Mereka boleh kasih saya upah berapapun, pasti saya terima,” ucapnya tersenyum.

Di ruang terapi kecil itu, Avib telah berhasil mengobati banyak pasien yang datang ke rumahnya. Bahkan, beberapa dokter juga terkadang merujuk para pasien-pasien tertentu untuk datang padanya.

“Melalui pengobatan ini, saya juga sambil berikhtiar kepada Tuhan, karena sesungguhnya kesehatan itu datangnya hanya dari Tuhan,” ucapnya.

Dengan keahliannya yang begitu khas, Avib tidak hanya mengobati para pasien, akan tetapi juga selalu memberikan motivasi penyemangat kepada orang yang sakit, agar bisa memiliki warna kembali di dalam kehidupan.

Tak banyak yang tahu, Avib juga pernah menjadi bagian dari tim medis pada ajang Asian Games 2018, mendampingi atlet-atlet nasional dan internasional.

Selama ajang ini berlangsung, dia menangani atlet dayung, voli pantai, triathlon, termasuk para atlet asing dari Iran yang membutuhkan pemulihan cepat. Di tengah gegap gempita kompetisi, Avib berada di belakang layar, menjadi penyambung harapan bagi para pejuang medali.

Baca Juga:  Serunya Warga Non-Muslim Tanjungpinang Ikut Berburu Takjil

“Itu pengalaman yang luar biasa. Melihat mereka bisa kembali bertanding setelah saya bantu terapi, rasanya tak bisa diungkap dengan kata-kata,” ucapnya mengisahkan.

Setiap hari, Avib mampu melayani antara 5 hingga 15 pasien yang datang silih berganti. Kemudian pada akhir pekan, jumlah tersebut bisa bertambah lebih banyak.

Dalam kesehariannya saat ini, Avib tidak bekerja sendiri. Ia ditemani oleh dua orang asisten muda, yakni Syaifullah dan Muhammad Farhan Naufal.

Mereka bukan sekadar pembantu terapi, melainkan murid, sahabat, sekaligus generasi penerus dari ilmu yang telah ia bawa sejak kuliah di Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP), Jawa Timur.

“Mereka ini anak-anak yang saya ajarkan dari nol. Saya ingin ilmu ini terus hidup. Kalau suatu hari saya tak bisa lagi bekerja, mereka yang akan meneruskannya,” terangnya.

Avib juga pernah menerima pin penghargaan dari Kementerian Kesehatan, serta berbagai sertifikat dan pengakuan keahlian juga telah di kantongi. Tapi bagi Avib, semua itu bukanlah puncak dari pengabdiannya kepada pasien.

“Selama saya masih bisa berdiri dan tangan saya masih bisa bekerja, saya akan terus menyembuhkan. Mungkin ini cara saya berterima kasih pada hidup,” tuturnya dengan nada yang menenangkan, seperti doanya mengalir lewat setiap kata.

Salah satu orang tua pasien yang datang untuk mengobati anaknya, Arief mengatakan, bahwa dirinya datang ke rumah Avib, membawa dua orang anaknya yang terlibat kecelakaan lalulintas.

Dia menjelaskan, bahwa salah satu dari anaknya tersebut mengalami patah tulang di bagian pergelangan kaki, serta satunya lagi mengalami cidera yang sama di darah tulang selangka.

“Baru 2 kali berobat kesini, tapi hasilnya sudah cukup memuaskan, saya sangat bersyukur mas Avib bisa membantu menyembuhkan anak saya ini,” lanjutnya.

Dan di rumah itu, di ruang sempit yang berisi kasur terapi dan suara pelan relaksasi, tangan-tangan Avib terus bekerja secara diam-diam, dalam keheningan, tapi menyentuh ribuan hidup yang nyaris putus harapan. (dim)

Dimas Bona
Dimas Bona
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2023. Dalam kesehariannya, aktif melakukan peliputan dan penulisan berbagai peristiwa kriminal serta isu-isu daerah yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Anggota aktif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang, yang menunjukkan komitmennya terhadap jurnalisme yang profesional dan independen.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru