TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri, memberikan perhatian serius terhadap kesenjangan akses buku fisik.
“Terutama antara wilayah perkotaan dengan pulau terluar,” ucap ​Kepala DPK Kepri, Bisri kepada hariankepri.com.
Ia mengungkapkan, bahwa masalah paling krusial di wilayah pesisir adalah, minimnya variasi judul dan eksemplar buku.
​”Problem perpustakaan kita memang minimnya variasi judul buku,” ujar Bisri.
​Keterbatasan koleksi bacaan tersebut, terjadi secara merata mulai dari fasilitas tingkat provinsi, hingga ke desa.
​Sebagai solusi mengatasi kesenjangan literasi, Bisri mendorong adanya sistem desentralisasi dan penguatan koordinasi bersama jajaran dinas di kabupaten/kota.
​Bisri juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Natuna, yang mengajukan program pengembangan fasilitas Perpustakaan Desa ke provinsi.
​”Di Anambas dan Natuna, mereka sudah bergerak menggunakan sepeda motor sebagai perpustakaan keliling,” sebutnya.
​Bisri meminta komitmen serupa dari pemerintah daerah lainnya, untuk melakukan pembinaan berjenjang.
“Mulai dari kecamatan, desa, hingga taman bacaan masyarakat,” imbuhnya. (sih)






