BINTAN (HAKA) – Pemerintah Kabupaten Bintan, terus beraksi menghadapi kekeringan selama satu bulan terakhir, dengan melakukan langkah nyata guna membantu warga terdampak.
Pemkab Bintan tidak hanya menyalurkan air bersih sebagai solusi pendek. Mereka juga mengevaluasi kondisi, sebagai bentuk antisipasi jangka panjang.
“Kita upayakan solusi tercepat memenuhi kebutuhan air masyarakat. Kami memetakan langkah strategis untuk masa depan,” ujar
Sekda Bintan, Ronny Kartika.
Sekda Ronny menggelar rapat terbatas bersama jajaran terkait, untuk merumuskan kebijakan strategis guna mengatasi krisis air.
Hasilnya, pemerintah akan membangun sumur bor dan penampungan di tiga wilayah terdampak.
Proyek ini kata Ronny, menyasar Kelurahan Tanjung Permai, Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah.
“Bupati langsung menyetujui rencana pembangunan sumur bor ini. Target kami, fasilitas tersebut sudah beroperasi minimal dua pekan ke depan,” jelas Ronny.
Nantinya, masyarakat bisa memanfaatkan air bersih dari sumur bor tersebut secara gratis. Pemerintah menempatkan titik awal di halaman kantor lurah dan desa.
Ronny menambahkan, pemerintah membuka peluang untuk menambah titik sumur bor baru. Hal ini bergantung pada ketersediaan lahan milik Pemkab di lokasi lain.
“Tim segera menuju lokasi untuk melakukan survei dan kajian teknis. Kami ingin warga bisa mengakses air bersih secara terbuka dan mudah,” tambah Ronny.
Untuk jangka menengah, Pemkab Bintan akan mengkaji potensi air baku dari waduk. Salah satunya waduk Kampung Limau yang memenuhi standar teknis air baku. (rul)





