TANJUNGPINANG (HAKA) – Kelurahan Sei Jang Tanjungpinang, mengirim bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.
Staf Kelurahan Sei Jang, Nurfaizin menyebut, pihak kelurahan berinisiatif membantu setelah menerima laporan warga yang terdampak kekeringan di sejumlah titik.
“Kami menyalurkan air ke berbagai lokasi di Kelurahan Sei Jang yang membutuhkan pasokan air selama beberapa pekan ini,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, bahwa petugas mendistribusikan sekitar 1.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki dalam sekali jalan ke pemukiman warga.
“Warga cukup menyediakan drum di depan rumah, lalu petugas akan mengisi wadah tersebut sampai penuh,” jelasnya.
Pihak kelurahan mengambil sumber air bersih tersebut dari sumur milik Bambang, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Siderejo.
Nurfaizin menambahkan, bahwa ketua RT bertugas mengoordinasikan laporan warga sebelum pihak kelurahan datang mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi.
“Warga melapor ke RT, lalu RT menghubungi pihak kelurahan. Kami segera bergerak menyalurkan air ke alamat tersebut,” katanya.
Sejauh ini, petugas telah menjangkau banyak keluarga. Dalam beberapa hari terakhir, kelurahan mendistribusikan lima drum berkapasitas masing-masing 1.000 liter.
Warga setempat bernama Suryana mengaku sangat terbantu. Ia merasa senang karena pihak kelurahan sudah dua kali mengirimkan bantuan air bersih.
“Alhamdulillah, kami merasa tenang. Ini merupakan kali kedua kami menerima kiriman air bersih dari kelurahan,” ungkap Suryana dengan penuh syukur.
Selama kekeringan melanda, warga terpaksa membeli air minum. Mereka bahkan harus meminta air ke masjid untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.
“Kami membeli air untuk minum, namun terkadang kami harus meminta air ke masjid guna mencuci dan mandi,” tambahnya.
Suryana menjelaskan, bahwa bantuan air tersebut biasanya habis dalam dua hingga tiga hari, tergantung pada intensitas pemakaian rumah tangga sehari-hari.
“Air bantuan ini bertahan paling lama tiga hari. Kadang habis dalam dua hari karena kami memakainya untuk mencuci,” jelasnya.
Ia berharap pihak kelurahan terus mengirim bantuan air, sembari menunggu hujan turun agar sumur milik warga kembali terisi air secara alami.
“Kami berharap bantuan ini datang lagi setiap beberapa hari. Semoga hujan segera turun membasahi daerah kami,” tutupnya. (dan)





