TANJUNGPINANG (HAKA) – Direktur Utama RSUD RAT, Bambang Utoyo menyatakan, manajemen menyiagakan sistem Manager on Duty (MoD), mengantisipasi lonjakan pasien pada malam hari.
​”Ketika ada masalah atau penumpukan pasien di malam hari, MoD bisa langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis untuk tindakan cepat,” ujarnya, kemarin.
​Bambang mengungkapkan, kunjungan pasien di Unit Gawat Darurat biasanya membludak sejak petang, hingga pukul 22.00 WIB karena klinik lain tutup.
​”Petugas MoD mengawal pelayanan di luar jam kerja kantor, mulai dari jajaran wakil direktur hingga kepala subbagian,” tambahnya.
​Ia membeberkan bahwa sebanyak 210 tempat tidur ruang rawat inap, sempat penuh total sekitar dua hingga tiga hari lalu.
​”Kondisi tersebut membuat sebanyak 20 pasien baru mengantre di selasar ruangan UGD untuk mendapatkan kamar perawatan,” kata Bambang.
​Manajemen langsung mengambil langkah cepat memasang 8 unit tempat tidur tambahan, serta mengerahkan 10 unit kursi roda sebagai penanganan darurat.
​”Manajemen juga berkoordinasi dengan dokter spesialis untuk memilah pasien yang kondisinya bisa beralih ke skema rawat jalan,” jelasnya.
​Bagi pasien rawat inap yang belum mendapatkan kamar, RSUD RAT menitipkan mereka sementara ke sejumlah rumah sakit mitra.
​”Begitu ada ruangan kami yang kosong, kami langsung menjemput kembali pasien tersebut ke sini,” pungkas Bambang. (sih)





