BATAM (HAKA) — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri terus memperkuat keamanan data siber daerah.
Diskominfo menggandeng Asosiasi Diskominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi), dalam agenda transformasi digital.
Kedua lembaga menginisiasi forum penguatan ketahanan digital di Batam, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini memfokuskan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perlindungan data pemerintah.
Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi menegaskan, posisi strategis instansinya sebagai pelindung utama data digital pemerintah daerah.
“Diskominfo se-Kepri menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan data,” ujarnya.
Hendri mendorong seluruh personel Diskominfo untuk terus mengasah kemampuan teknis.
Ia menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci utama penanganan ancaman siber yang semakin kompleks.
“Kami perlu meningkatkan kolaborasi agar sistem keamanan siber daerah semakin kuat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemda BSSN Danang Sanjaya menyampaikan informasi penting.
Danang memastikan seluruh kabupaten dan kota di Kepri sudah memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
“Seluruh Diskominfo di Kepri 100 persen sudah membentuk TTIS dan mendaftarkan tim ke BSSN,” tegasnya.
Keberadaan tim ini mempercepat pemangkasan birokrasi penanganan gangguan siber.
Diskominfo daerah kini berkoordinasi langsung dengan BSSN secara satu pintu saat menemukan serangan siber.
Selain aspek keamanan, peserta forum juga membahas integrasi AI dalam pelayanan publik.
“Penggunaan AI mempermudahnya masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah secara cepat dan transparan,” tukasnya. (sha)






