TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan mengonfirmasi, bahwa fenomena kabut asap di Tanjungpinang merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga.
​Ramlan menjelaskan, bahwa partikel asap tersebut saat ini terdeteksi berada di lapisan udara bagian atas.
​”Asap kiriman dari provinsi lain masih mengapung di lapisan atas,” kata Ramlan.
​Berdasarkan pantauan peta citra satelit BMKG, Ramlan membeberkan, bahwa pergerakan kabut asap berasal dari sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
​”Peta satelit menunjukkan sumber asap berasal dari Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan,” terangnya.
​Ia memperingatkan masyarakat Tanjungpinang, untuk mewaspadai potensi kabut asap turun mendekati permukaan tanah pada waktu-waktu tertentu.
​”Kelembaban tinggi akibat pengembunan dini hari dan pagi hari memicu penurunan asap ke bawah,” ungkapnya.
​Mengenai durasi fenomena ini, kondisi udara akan terus berubah bergantung situasi titik panas di daerah asal serta cuaca lokal.
​”Tiupan angin, titik kebakaran, dan potensi hujan menentukan durasi kabut asap,” sebutnya.
​Ramlan mengimbau masyarakat Tanjungpinang, mencermati perubahan kualitas udara secara langsung di lingkungan sekitar demi menjaga kesehatan. (sih)




